Danau Kalimutu, Pesona Danau Yang Sering Berubah-Ubah Warna

Siapa yang tidak mengenal Danau Kelimutu? Dapat dikatakan jika wisata Danau Kelimutu merupakan keajaiban alam yang benar-benar memicu rasa penasaran banyak orang untuk mengunjunginya. Mulai dari atmosfer, mitos, hingga sejarah di dalannya benar-benar membuat banyak orang penasaran dan ingin mendatangi langsung Danau Kelimutu ini. Danau Kelimutu ini dikenal dengan 3 warna nya yaitu biru, putih, dan merah yang dapat berubah-ubah sesuai dengan suhu, gas, serta mikroba yang ada di dalam danau tersebut.

Banyak mitos yang beredar seputar Danau Kelimutu, salah satunya yaitu jika warna danau berubah menjadi merah dapat diartikan jika akan terjadi musibah seperti wabah penyakit, cuaca ekstrem, hingga kelaparan yang menyerang daerah di sekitarnya. Terlepas dari mitos-mitos yang beredar, Danau Kelimutu ini menjadi salah satu wisata favori yang ada di pulau Flores, Nusa tenggara Timur. Danau ini berada pada ketinggian 1.639 mdpl sehingga dapat dipastikan jika udara yang sejuk dan segar akan langsung menyambut saat anda mengunjungi wisata Danau Kelimutu.

Danau Kelimutu

Fakta Menarik Seputar Danau Kelimutu

3 danau Kelimutu ini sebenarnya memiliki nama yang berbeda satu sama lainnya yang sesuai dengan warna yang dimilikinya, yaitu Tiwi Nuwa Muri Koo fai, Tiwi Ata Mbupu, dan Tiwu Ata Polo. Danau Tiwi Nuwa Muri Koo Fai atau Danau pemuda dan gadis ini memiliki kedalaman 127 meter atau dapat dikatakan danau yang paling dalam jika dibandingkan dengan 2 danau lainnya. Untuk Tiwu Ata Mbupu atau danau orang tua memiliki kedalaman sekitar 67 meter dan Danau Tiwu Ata Polo memiliki kedalam sekitar 64 meter.

Untuk luas, danau yang memiliki luas terbesar yaitu Tiwu Nuwa Muri Koo fai dengan luas mencapai 5,5 hektar dengan warnanya hijau lumut nya yang khas. Dan untuk luas  Danau Tiwu Ata Mbupu mencapai 4,5 hektar yang berwarna hijau. Sedangkan untuk danau Tiwu Ata Polo adalah danau paling kecil dengan luas mencapai 4 hektar.

Mitos Danau Kelimutu

Danau kelimutu juga memiliki mitos yang menyelimutinya bahkan cukup populer di kalangan penduduk sekitar. Masyarakat setempat meyakini jika Danau Kelimutu merupakan tempat yang angker, karena banyaknya bersemayam arawah-arwah yang sudah meninggalkan dunia fana. Penamaan ketiga danau juga sangat erat kaitannya dengan hal-hal mistis. Misalnya saja seperti danau yang terletak paling barat, dinamakan Tiwu Ata Mbupu yang memiliki arti danau jiwa-jiwa bagi orang tua yang sudah meninggal. Dan untuk danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai memiliki arti danau bagi jiwa muda-mudi yang sudah meninggal. Sedangkan untuk Danau Tiwu Atu Polo memiliki arti danau bagi jiwa-jiwa yang selalu melakukan kejahatan semasa hidupnya, danau ini adalah danau yang pertama dicapai pengunjung yang datang ke Danau Kelimutu.

Namun meskipun tampak begitu menyeramkan, Danau Kelimutu memiliki pemandangan yang begitu cantik dan patut dikunjungi saat anda berada di Flores. Perubahan warna dari ketiga danau tersebut sebenarnya disebbakan karena perubahan kimia yang terjadi akan tetapi dapat menambah kecantikan dari pemandangan Danau Kelimutu. Karena keunikan ini pula lah banyak menjadi daya tarik yang membuat banyak wisatawan berkunjung ke objek wisata yang satu ini.

Akses Menuju Danau Kelimutu

Untuk akses menuju Dana Kelimutu ada beberapa rute yang bisa anda coba tergantung dari paket wisata Labuan Bajo yang anda pilih. Namun kebanyakan wisatawan memilih untuk memulai perjalanan pada pagi hari ( sekitar jam 4 pagi) dari Moni dengan tujuan untuk melihat pemandangan sunrise yang mempesona di Puncak Gunung Kelimutu. Perjalanan yang ditempuh dari Moni-Danau Kelimutu hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan kemudian dilanjutkan dengan 15 menit berjalan kaki untuk bisa menuju bibir danau. Moni merupakan kampung yang menjadi tempat persinggahan banyak wisatawan sebelum menuju Danau Kelimutu. Selain itu jangan lupa untuk mempersiapkan alat penerangan karena memang penerangan di kawasan ini cukup terbatas saat anda berjalan kaki menuju Danau kelimutu. Jangan lupa pula untuk membawa perbekalan karena jalanan setapak yang anda lalui cukup menanjak ditambah lagi dengan menyengatnya bau belerang.

Namun jika anda tidak memiliki rencana untuk menginap di Kampung Moni, maka anda bisa langsung mulai berangkat dari Maumere atau Ende. Jika anda dari Ende, maka anda akan melalui perjalanan darat selama 1 jam sedangkan jika anda berangkat dari maumere, maka anda bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam dengan melalui jalanan yang curam dan berliku. Meskipun cukup melelahkan, akan tetapi hal tersebut akan terbayar sesampainya anda di Danau kelimutu. Anda bisa melihat keindahan alam yang sangat menakjubkan yang mungkin tidak bisa anda temukan di tempat lainnya.

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Hallo.. ada yang bisa kami bantu ?