Trip Baduy Dan Kesan-kesannya


Foto Sebelum Trekking (tidak semuanya ikut foto)
ADAT DI INDONESIA, MAKSIMAL SELISIH WAKTU SATU JAM

Jadwal kereta dari Stasiun Kota ke Stasiun Rangkas ada jam 7.05 di jadwal, berhubung panitia sudah tau watak orang-orang Indonesia, maka waktu meeting point dimajukan menjadi jam 6 pagi untuk antisipasi ada yang telat dan tidak ketinggalan kereta, bahkan ada yang nanya keretanya berangkat jam berapa pun terpaksa dibilang 15 menit lebih awal dari jadwal yang sebenarnya.. maaf ya kawan.. J Demi kelancaran kita bersama..

Ternyata memang benar, semua peserta baru terkumpul jam 07.00, untung lah kereta delay setengah jam (delay kayak pesawat) jadi jam 07.30 kereta berangkat dari Stasiun menuju stasiun rangkas dengan kereta ekonomi patas merak.

Hayooo.. yang telatt ngakuuu !!! wkwkwk..

GARA-GARA KONSENTRASI KEBELAH, HAMPIR MENGACAUKAN  JADWAL

Sebelumnya ketika kami memesan nasi Box di Rangkasbitung, kami janjikan akan tiba di Stasiun jam 11.00, sementara janjian dengan pihak Elf jam 10.00.  Padahal dari awal sudah diniatkan untuk konfirmasi bahwa kami akan tiba lebih cepat di Stasiun Rangkas Bitung, Karena konsentrasi kebelah juga dengan signal hp yang timbul tenggelam selama di kereta hingga akhirnya panitia lupa konfirmasi ke Tukang Nasi Box bahwa kami dating lebih awal.

Tiba di Tukang Nasi ternyata belum selesai, masih dibungkusin dan kami memang tidak bisa menyalahkan karena memang kami yang salah. Yoweis ditunggu wae dan sedikit minta dipercepat. Sementara menunggu, kami keliling pasar  nyari oleh-oleh buat orang Baduy. dan Hengpong bunyi terus dari Elf yang sudah menunggu lama.. Jam 10.45 konsumsi selesai dan langsung bergegas ke tempat Elf langsung meluncur ke Ciboleger tanpa basa-basi.

HUJAN ITU ROMANTIS KALO DINIKMATI

Absen ulang, ISHOMA di Ciboleger, siap-siap buat trekking. Porter sudah berjejer siap mengantar rombongan kami menuju ke Cibeo dan salah satunya adalah SAPRI yang menjadi primadona bagi peserta yang sering mendengar namanya.

Memasuki Kampung Gazeboh, cuaca mulai menampakan kegalauan, gerimis, kemudian hujan deras, beruntung panitia sudah menginfokan untuk wajib membawa jas hujan.. haha (panitianya malah nggak bawa). Hujan, saatnya menari-nari mengelilingi tiang sambil bernyanyi lagu India… *tum pah se a he…….
Jalanan yang becek, licin justru makin asyik dan makin mempesona. Guling-guling di comberan, main prosotan, ketawa-ketiwi, loncat-loncat, lari-lari, naik pohon, de el el deh.. gak perduli logistic yang dibawa ancur, remuk yang penting hujan itu romantis.

Kalo Fitri bilang “JALAN-JALAN ITU BUKAN DESTINASINYA, TETAPI PROSES DI PERJALANANNYA”

BERKAT BADUY JADI TAU KARAKTER KITA SEBENERNYA ITU SIAPA

Bukan cuma rombongan kami yang trekking, ada rombongan lain juga dan bercampur baur, untung sebelumnya sudah kenal wajah masing-masing peserta jadi bisa membedakan yang mana kelompok kita dan yang mana kelompok yang lain.

Saya selaku panitia harus memastikan semua peserta selamat sampai tujuan. Maka sengaja saya berjalan di barisan paling belakang kala itu Sari yang tergopoh dengan bawaannya yang berat, hingga harus berjalan perlahan dan tersendat-sendat. Saya dan Fitri harus menyemangatinya agar dia kuat dengan yel-yel dan candaan yang konyol.

Ternyata dari Rombongan lain ada yang keram, sambil Sari Istirahat, saya memijat kakinya yang keram dan fitri menyemangatinya dengan omongan-omongan yang konyol. Tidak lama keramnya sembuh dan dapat melanjutkan perjalanan. Oke… lanjutttt Masbrohhhh..

Hujan sudah reda dan hanya meninggalkan jalanan yang becek, tak lama gelap pun menerpa. Tanjakan, turunan, belokan, jamur nyala, melewati sungai, duduk-duduk santai menikmati lembah dan kabut-kabut yang menambah keeksotisan perjalanan. Sari terpaksa harus istirahat lagi di Turunan yang terjal, Tak lama rombongan lain ada yang keram tepat di turunan itu juga. Maka Saya dan Fitri kembali menjadi juru pijet, kali ini yang keram cewek, lumayan sambil ngelus-ngelus betisnya yang mulus.. wkwkwkwk..

Dan mereka ternyata sudah kenal kami berdua, mereka bilang kami cocok menjadi juru pijet yang sudah terbukti ampuh mengalahkan keampuhan Klinik Tongfeng. Dari situ tercetuslah istilah baru yang bernama PijetArmanDotKom

Berkat Baduy, Saya jadi tau ternyata karakter saya cocoknya jadi tukang pijet… wkwkwwk

DI BADUY BERASA DI DUNIA PERSILATAN

“Mantili !”
“Ada apa Kisana ?”
Sahabat pernah nonton Serial Mak Lampir, Angling Dharma atau Wiro Sableng ? Gambaran di Baduy Dalam hampir mirip dengan kondisi di atas, suasana alam, mandi di sungai pakaian adatnya dibilang mirip di dunia persilatan. Tanpa listrik, tanpa elektronik, tanpa hiburan. Termasuk hal-hal yang mustahil sekalipun.

Saya melihat dengan kepala saya sendiri, waktu pagi-pagi saya memasak Mie Rebus, saya keleyengan nyariin alas buat nuang mie dari wajan panas ke mangkok. Dan Mang Jali (Tuan Rumah Suku Baduy) dengan santainya dia mengambil wajan panas itu dengan santainya dan tidak merasa kepanasan sama sekali.. Woow kaka mau dong belajar eilmunya…. J

TUHAN ITU, MAHA PEMBERI KEKUATAN

“Ayo Sari… kamu pasti bisa !!!”
Sepanjang jalan saya selalu mengelu-elukan kata-kata itu
“Istirahat saja yang penting kita sampai dan selamat sampai tujuan” Kalau Sari mulai kelihatan lelah…
Percaya atau tidak, sebenernya Tuhan berada di sekeliling kita, Sari yang sebelumnya saya pesimis dengan kondisi badannya dan ternyata Alhamdulillah dia mampu melewati trek bulak-balik tanpa cedera apapun.

BERASA GERBONG MILIK PRIBADI

Pulang dari Baduy, kami kebagian berdiri dan ke 31 peserta berkumpul dalam satu gerbong dan berdekatan, dari situlah mulai ide-ide konyol muncul. Semua pengalaman dibahas disitu. Sambil berdiri tanpa kebagian duduk, kami membahas pengalaman-pengalaman masing-masing yang banyak membuat saya tergelitik untuk tertawa.

Oke.. terlanjur error, tanpa memperhatikan penumpang lain, Anggaplah dalam satu gerbong itu semua peserta trip. Tanpa malu-malu adegan-adegan konyol, teriak-teriak di kereta, joget-joget tanpa memperhatikan sekitar dilakukan, dan semua penumpang pun heran nampaknya dengan ulah kami semua.
Dan beberapa ada yang complain, katanya itu bukan Trekking tapi Hiking.. hahaha… semua tertipu sama kata-katanya… maaf ya temansss… saya juga tidak tau jalan itu. Karena lewat jalur Ciboleger baru itu pertama kali. Sebelumnya saya lewat Cijahe

FENOMENA-FENOMENA
Habis dari Baduy, ternyata masing-masing memiliki cerita masing-masing. Cinlok, Goyang Geter, Uum, Aa Sapri, Kelapa Muda, Peniti, Semak-semak, Aku Padamu, Es Cincau, Cun yang Hilang, Baduy Lautan Asmara, Gerbong Asmara, de el el…

So, teman-teman semua thx atas partisipasi kalian di trip Baduy

one day tour pulau seribu

Artikel Terkait

Trip Baduy Dan Kesan-kesannya
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar

24 Oktober 2012 08.06 delete

hahahha... yang paling depan ga dapett ceritaa niih.. payaahh.. :((

Reply
avatar
11 November 2014 17.14 delete

Haha.. ya begitulah kira-kira jeng :D

Reply
avatar

Terimakasih telah berkomentar dengan sopan