Trip Baduy Melalui Jalur Cijahe



baduy
Batu Selamat Datang
Trip Baduy 12-13 Mei 2012 - Sahabat, Baduy dengan misteri di dalamnya membuat Dolan penasaran buat berkunjung ke salah satu suku yang berada di Propinsi Banten ini. Dengan segala ceritanya, Dolan begitu menikmati perjalanan kesana meski perjalanan melenceng dari itinerary yang telah dibuat.

Oia, semula Dolan mau ngucapin terimakasih kepada Ari Iskandar, Adhen, Okti Li, Devi, Stephani, Dita, Heri, Iqbal yang menemani perjalanan Dolan. Dengan berbagai canda dan tawa, membuat perjalanan semakin berkesan. 

Back to topik.. Semula kita berencana kumpul di Stasiun Kota jam 06.30 WIB untuk naik Kereta yang jam 07.05 Wib, karena akibat pada telat datang maka perjalanan sekitar jam 07.50 baru berangkat dari Stasiun Kota. Jam 11.35 Tiba di Stasiun Rangkas Bitung, dan sedikit berkeliling untuk belanja bekal dan Ikan Asin buat oleh-oleh di Baduy. Makan Siang kemudian mencari sewa Elf buat menuju ke Cijahe.

Terdampar di Outlet Air Minum Isi Ulang di area Stasiun. Perjalanan biasanya ditempuh melewati Ciboleger tapi kami melewati jalur dari Cijahe. Menurut Sapri - penduduk Baduy Dalam asli lebih baik melewati Cijahe, agar tripnya tidak terlalu jauh. Ya sudah kita langsung mencari informasi mengenai Cijahe dan rata-rata warga sekitar menyarankan untuk melewati Ciboleger.

Kami sempat panik karena Sapri sempat tidak bisa dihubungi dan jujur kami semua belum pernah melewati jalur ini, terlebih ketika Si penjaga air minum isi ulang berpendapat bahwa kami tidak akan sampai ke Baduy Dalam. Makin nambah perselisihan disini, antara Ari dan rekan-rekan lain.

13.30 WIB akhirnya Sapri bisa dihubungi dan memberi saran untuk ke Terminal Aweh terlebih dahulu, baru dari situ carter Elf menuju ke Ciboleger. Dan yang membuat Dolan nggak suka adalah di terminal di serbu para supir yang bertanya-tanya mau kemana dan disaat kami jawab semua berkerumun memberi komentar dan membuat kami pusing. Dan akhirnya sepakat untuk lengsung menyewa angkot langsung menuju Cijahe dengan perdebatan harga sewa.

Semua biaya di luar perkiraan kami yang membuat kami sepakat untuk menambah kekurangannya. Perjalanan memakai Angkot menuju Cijahe sekitar 3 jam. Meski sedikit tersendat akibat mogok dan di beberapa tanjakan terpaksa kami harus turun dan mendorongnya. Hal inilah yang menjadi moment yang kami namakan "Sosorodotan".  Jalan yang turun naik dibarengi dengan jalan yang berlubang membuat perjalanan menjadi indah.

Angkot yang kami sewa
Di Cijahe, Angkot tidak bisa masuk ke dalam karena jalan yang berkoral, Kami turun dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Cijahe sekitar 1 km. Di Cijahe ternyata team jemputan dari Baduy sudah menunggu dari tadi yaitu Sapri sekeluarga.

Jam 18.00 kami baru start perjalanan menuju Cibeo - Salah satu perkampungan di Baduy Dalam, Dengan gelap-gelapan kami menelusuri jalan setapak dan berbukit, di perjalanan ada yang terkenal dengan namanya Tanjakan Cinta (jadi inget Jembatan Cinta di Pulau Tidung) entahlah siapa yang memberi nama itu.

Tanjakan, turunan, jembatan, selokan, lumpur, keram, kemerlap bintang, deretan tempat penyimpanan gabah, dan tawa-tiwi menemani perjalanan selama 1,5 Jam. Jam 19.30 WIB kami tiba di Cibeo, di Rumah Sapri Sekeluarga.
baduy_dalam
Perjalanan menuju Cijahe
Dita dan Stephani sudah tiba duluan bareng Sapri dan kami yang lainnya berhenti ketika Iqbal kakinya beberapa kali keram dan dikawal oleh beberapa keluarga Sapri yang lainnya. Dan begitu tiba di rumah Sapri, kami langsung disuguhi buah Kokosan dan Asam Keranji. Santapan  pembuka yang luar biasa.

Oiya, kenapa kami melewati Cijahe, karena selain tripnya tidak terlalu jauh, juga tidak terlalu ribet dengan retribusi yang berlaku di Ciboleger, kami juga langsung ke Baduy Dalam tidak melewati Baduy Luar terlebih dahulu.


Previous
Next Post »

1 komentar

  1. halo doyan jalan, mau tanya harga carter angkot dr rangkas-cijahe brp? makasi...

    BalasHapus

Terimakasih telah berkomentar dengan sopan